Raker KADIN Intan Jaya 2026 Rumuskan Penguatan UMKM dan Ekonomi Berbasis Potensi Lokal

Avatar of LINTAS PAPUA TENGAH
LINTAS PAPUA TENGAH
12 Jun 2026 16:56
Bisnis 0 110
5 menit membaca

Sugapa, 12 Juni 2026 – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Intan Jaya menggelar Rapat Kerja (Raker) Tahun 2026 di Sugapa, Jumat (12/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi forum strategis untuk menyusun program kerja organisasi sekaligus menjaring aspirasi masyarakat dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berbasis potensi lokal dan pemberdayaan masyarakat.

Rapat kerja dibuka secara resmi oleh Bupati Intan Jaya, Aner Maiseni, S.Kom., S.H., M.H., dan dihadiri unsur Forkopimda, Kapolres Intan Jaya, Dandim Intan Jaya, pimpinan OPD, kepala dinas terkait, para kepala distrik, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, pelaku usaha, pengurus KADIN Kabupaten Intan Jaya, serta perwakilan KADIN Papua Tengah yang diwakili oleh Direktur Eksekutif KADIN Papua Tengah, Albertus Keiya.S.Sos

Dalam sambutannya, Bupati Aner Maiseni menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Rapat Kerja KADIN Kabupaten Intan Jaya yang dinilai sebagai langkah penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan dunia usaha.

Menurut Bupati, pembangunan daerah tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan dukungan seluruh komponen masyarakat, termasuk KADIN sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan investasi daerah.

Pada kesempatan tersebut, Bupati memaparkan lima program prioritas Pemerintah Kabupaten Intan Jaya yang akan menjadi fokus pembangunan daerah dalam lima tahun ke depan, yaitu peningkatan kualitas pendidikan, peningkatan pelayanan kesehatan, penguatan ekonomi kerakyatan, pembangunan infrastruktur dasar, serta reformasi birokrasi dan tata kelola pemerintahan yang baik.

“Keberhasilan pembangunan membutuhkan kolaborasi semua pihak. Pemerintah daerah siap bersinergi dengan KADIN dan seluruh pelaku usaha untuk menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Intan Jaya,” ujar Bupati.

Sementara itu, mewakili KADIN Papua Tengah, Direktur Eksekutif KADIN Papua Tengah, Albertus Keiya,S.Sos menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Intan Jaya dan pengurus KADIN Intan Jaya yang telah menyelenggarakan rapat kerja sebagai langkah awal menyusun program kerja yang berpihak kepada kebutuhan masyarakat.

Menurut Albertus, KADIN harus menjadi motor penggerak ekonomi rakyat dengan memanfaatkan potensi lokal yang dimiliki Kabupaten Intan Jaya. Potensi pertanian, perkebunan, peternakan, kerajinan tangan, dan ekonomi kreatif harus menjadi fondasi pembangunan ekonomi masyarakat.

Ia menegaskan bahwa KADIN Papua Tengah mendorong KADIN Intan Jaya untuk fokus pada pengembangan UMKM berbasis kampung dan keluarga melalui pendampingan usaha yang berkelanjutan.

“Kami mendorong agar dalam lima tahun ke depan setiap keluarga atau kelompok masyarakat memiliki minimal dua usaha UMKM yang aktif dan produktif. Jika ini dapat diwujudkan, maka ekonomi masyarakat akan tumbuh dari bawah dan menciptakan kemandirian ekonomi,” kata Albertus Keiya.S.Sos

Selain itu, KADIN Papua Tengah juga siap mendukung berbagai program pengembangan UMKM melalui pelatihan kewirausahaan, pemasaran digital, penguatan koperasi, peningkatan kualitas produk lokal, serta perluasan akses permodalan bagi pelaku usaha.

Ketua KADIN Kabupaten Intan Jaya dalam arahannya menegaskan pentingnya keberpihakan terhadap ekonomi lokal. Menurutnya, berbagai kegiatan pemerintahan, organisasi, pelatihan, seminar, rapat, maupun kegiatan pembangunan lainnya harus lebih banyak dilaksanakan di Sugapa sebagai ibu kota Kabupaten Intan Jaya.

“Kami sebagai anak-anak asli Intan Jaya berharap kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan pembangunan daerah dilaksanakan di Sugapa, bukan di Nabire. Jika kegiatan dilakukan di Intan Jaya, maka manfaat ekonominya akan dirasakan langsung oleh masyarakat. Hotel, penginapan, transportasi lokal, mama-mama penjual, dan pelaku UMKM akan mendapatkan dampak positif dari perputaran ekonomi tersebut,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pelaksanaan kegiatan di Sugapa merupakan bentuk keberpihakan kepada masyarakat lokal sekaligus upaya membangun kepercayaan terhadap daerah.

“Kalau rapat, pelatihan, dan kegiatan lainnya terus dilaksanakan di luar daerah, maka uang beredar di luar. Tetapi jika dilaksanakan di Sugapa, ekonomi masyarakat bergerak dan pelaku usaha lokal mendapat manfaat. Ini harus menjadi komitmen bersama,” tegasnya.

Dalam sesi diskusi dan penyampaian aspirasi, masyarakat yang hadir turut menyampaikan berbagai usulan program yang dinilai sesuai dengan kondisi geografis, sosial, budaya, dan ekonomi Kabupaten Intan Jaya.

Salah satu usulan yang mendapat perhatian besar adalah pengembangan perkebunan kopi Intan Jaya sebagai komoditas unggulan daerah. Masyarakat berharap adanya pendampingan mulai dari pembibitan, budidaya, pengolahan pascapanen, hingga pemasaran agar kopi Intan Jaya mampu bersaing di pasar regional maupun nasional.

Selain kopi, masyarakat juga mengusulkan pengembangan buah merah sebagai salah satu produk unggulan lokal yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Mereka berharap pemerintah daerah dan KADIN dapat membantu pengembangan budidaya, pengolahan, dan pemasaran buah merah sehingga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat.

Usulan lainnya adalah pengembangan garam lokal yang selama ini diproduksi secara tradisional oleh masyarakat. Menurut peserta rapat, garam lokal memiliki potensi ekonomi yang cukup besar apabila didukung dengan teknologi produksi, pengemasan yang baik, serta akses pemasaran yang lebih luas.

Masyarakat juga meminta perhatian terhadap pengembangan noken Papua sebagai warisan budaya yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Mereka berharap adanya pelatihan, pendampingan, dan akses pemasaran yang lebih luas sehingga noken tidak hanya menjadi simbol budaya, tetapi juga menjadi sumber penghasilan bagi mama-mama Papua.

Selain itu, masyarakat mengusulkan pembangunan dan penataan Pasar Mama-Mama Papua yang mengedepankan konsep budaya lokal. Pasar tersebut diharapkan menjadi pusat ekonomi rakyat yang memberikan ruang khusus bagi mama-mama Papua untuk menjual hasil kebun, hasil hutan, kerajinan tangan, makanan tradisional, dan berbagai produk lokal lainnya.

Menurut masyarakat, keberadaan pasar yang berbasis budaya lokal tidak hanya akan meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana pelestarian budaya dan identitas masyarakat Intan Jaya.

Menanggapi berbagai usulan tersebut, Pemerintah Kabupaten Intan Jaya dan KADIN Papua Tengah menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti aspirasi masyarakat melalui program-program yang terukur dan berkelanjutan. Seluruh pihak sepakat bahwa pembangunan ekonomi Intan Jaya harus bertumpu pada potensi lokal, kearifan budaya, serta pemberdayaan masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan.

Rapat kerja tersebut juga menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, antara lain penguatan kelembagaan KADIN hingga tingkat distrik, pendataan dan pembinaan UMKM, pengembangan produk unggulan daerah, pemberdayaan perempuan dan pemuda, penguatan koperasi, peningkatan kemitraan dengan pemerintah dan sektor swasta, serta penciptaan iklim investasi yang sehat dan berpihak kepada masyarakat lokal.

Di akhir kegiatan, seluruh peserta menyatakan komitmen untuk bersama-sama membangun Intan Jaya melalui semangat kolaborasi, gotong royong, dan pemberdayaan ekonomi rakyat. Dengan memanfaatkan potensi kopi, buah merah, garam lokal, noken, serta berbagai kekayaan alam dan budaya yang dimiliki, Kabupaten Intan Jaya diharapkan mampu melahirkan ekonomi yang mandiri, berdaya saing, dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Rapat Kerja KADIN Kabupaten Intan Jaya Tahun 2026 menjadi langkah awal dalam menyatukan visi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat untuk mewujudkan Intan Jaya yang maju, aman, sejahtera, dan berbasis pada kekuatan ekonomi lokal yang berkelanjutan.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x