PPP Papua Tengah Pasca-Muswil: Dari Penataan Struktur Menuju Mesin Pemenangan

Avatar of LINTAS PAPUA TENGAH
LINTAS PAPUA TENGAH
13 Jan 2026 16:11
Politik 0 104
3 menit membaca

Momentum Konsolidasi, Arah Kekuasaan, dan Kebangkitan Politik PPP

Oleh: Nahum Tebai, S.IP., M.Si.

Musyawarah Wilayah Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Papua Tengah telah menghasilkan keputusan politik yang tegas, sah, dan memiliki legitimasi organisatoris yang kuat. Terpilihnya Freny Anouw, S.IP. sebagai Ketua DPW dan Albertus Keiya, S.Sos. sebagai Sekretaris Jenderal DPW Partai Persatuan Pembangunan Provinsi Papua Tengah harus dimaknai bukan sekadar pergantian kepemimpinan, melainkan pernyataan arah politik PPP Papua Tengah ke depan.

Ini adalah mandat kader. Ini adalah keputusan struktur. Dan lebih dari itu, ini adalah titik awal konsolidasi kekuatan politik PPP untuk kembali menjadi pemain utama dalam kontestasi politik di Papua Tengah.

Dalam politik, jabatan Ketua dan Sekretaris Jenderal bukan posisi seremonial. Dua posisi ini adalah pusat kendali kekuasaan organisasi: pengambil keputusan, penentu arah koalisi, penggerak mesin partai, serta penanggung jawab langsung atas hidup-matinya partai dalam setiap pemilu.

Karena itu, terpilihnya Freny Anouw dan Albertus Keiya adalah pilihan rasional dan strategis. Keduanya merepresentasikan kombinasi penting antara:

  • pengalaman lapangan,
  • kekuatan jaringan kader,
  • pemahaman sosiologis Papua Tengah,
  • serta keberanian politik dalam mengambil sikap.

PPP Papua Tengah tidak lagi membutuhkan kepemimpinan yang ragu-ragu, kompromistis tanpa arah, atau hanya menjaga status quo. Yang dibutuhkan adalah kepemimpinan yang berani mengonsolidasikan kekuatan dan memenangkan pertarungan politik.

Papua Tengah adalah wilayah dengan dinamika politik yang keras, kompleks, dan sering kali tidak adil. Politik di wilayah ini bukan hanya soal suara, tetapi juga soal:

  • akses kekuasaan,
  • distribusi sumber daya,
  • representasi Orang Asli Papua,
  • serta keberpihakan nyata terhadap rakyat kecil.

Dalam konteks ini, PPP tidak boleh hanya hadir sebagai pelengkap demokrasi. PPP harus tampil sebagai kekuatan politik alternatif—tegas, berani, dan berpihak. Kepengurusan baru DPW harus memastikan bahwa PPP:

  1. Tidak tersandera elitisme politik;
  2. Tidak dikendalikan kepentingan luar;
  3. Tidak kehilangan keberanian dalam menyuarakan ketidakadilan.

Kepengurusan DPW PPP Papua Tengah ke depan tidak memiliki kemewahan waktu. Agenda mendesak yang harus segera dilakukan antara lain:

  • Konsolidasi struktural dari DPW ke seluruh DPC secara disiplin;
  • Penertiban organisasi dan penguatan loyalitas kader;
  • Rekrutmen dan kaderisasi politik yang terukur;
  • Persiapan serius menghadapi pemilu legislatif dan eksekutif.

PPP Papua Tengah harus keluar dari pola kerja administratif menuju kerja politik yang ofensif dan terstruktur. Tanpa itu, partai akan terus berada di pinggir arena kekuasaan.

Saya ingin menegaskan: PPP Papua Tengah tidak boleh hanya hadir—PPP harus menang. Menang dalam gagasan, menang dalam kepercayaan rakyat, dan menang dalam perolehan kursi. Kepemimpinan baru harus berani memasang target politik yang jelas dan terukur.

Dengan legitimasi Muswil, dengan dukungan struktur, dan dengan kepemimpinan yang kuat, saya percaya Freny Anouw dan Albertus Keiya mampu membawa PPP Papua Tengah:

  • lebih disiplin,
  • lebih berani,
  • dan lebih relevan dalam percaturan politik daerah.

Selamat mengemban amanah politik. Ini bukan tugas ringan, tetapi sejarah tidak pernah ditulis oleh pemimpin yang ragu. PPP Papua Tengah membutuhkan kepemimpinan yang siap mengambil risiko politik demi masa depan partai dan rakyat.

Saatnya PPP bangkit.
Saatnya PPP memimpin.
Saatnya PPP Papua Tengah mengambil tempat yang seharusnya dalam kekuasaan politik daerah.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x