
Ketua Kadin Papua Tengah ALEXSANDER GOBAI,SE.dan Direktur Executive ALBERTUS KEIYA,S.Sos. (Foto Istemewa).Dok KADIN Nabire, 5 Oktober 2025
Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Papua Tengah siap melaksanakan pelantikan pengurus provinsi bersama delapan kabupaten pada 17 Oktober 2025 di Kota Timika, sehari setelah Musyawarah Provinsi (Musprov) KADIN Papua pegunungan di Wamena pada 16 Oktober. Acara ini akan menjadi sejarah baru bagi dunia usaha Papua Tengah, karena untuk pertama kalinya pengurus KADIN provinsi dan kabupaten dikukuhkan secara resmi dengan kehadiran penuh jajaran pengurus pusat.
Pelantikan ini akan dibuka langsung oleh Gubernur Papua Tengah dan dihadiri oleh Ketua Umum KADIN Indonesia, Bapak Anindya Novyan Bakrie, bersama 10 pengurus KADIN Pusat lainnya. Kehadiran pimpinan tertinggi KADIN nasional ini menunjukkan perhatian besar terhadap perkembangan dunia usaha di Tanah Papua, sekaligus meneguhkan Papua Tengah sebagai bagian penting dari jaringan ekonomi nasional.
Perjalanan menuju pelantikan ini dimulai dari Musyawarah Provinsi (Musprov) KADIN Papua Tengah yang digelar pada 2 Agustus 2025 di Nabire. Musprov tersebut menghasilkan struktur kepengurusan baru yang kini siap dilantik. Forum Nabire menjadi titik balik yang mempersatukan pengusaha Papua Tengah untuk bergerak bersama.
Selanjutnya, rangkaian konsolidasi berlanjut ke Musprov KADIN Papua Raya di Wamena pada 16 Oktober 2025, yang akan menyatukan visi dunia usaha lintas provinsi. Dari sana, tongkat estafet dilanjutkan ke Timika pada 17 Oktober 2025 sebagai puncak acara pelantikan KADIN Papua Tengah beserta delapan kabupaten.
Panitia dan pengurus telah mempersiapkan acara dengan detail. Fokus utama persiapan mencakup:
Dengan persiapan yang matang, pelantikan ini diharapkan berlangsung khidmat, meriah, dan bermakna strategis.
Pelantikan KADIN Papua Tengah melibatkan delapan kabupaten: Dogiyai, Deiyai, Paniai, Intan Jaya, Mimika, Nabire, Puncak, dan Puncak Jaya.
Setiap kabupaten membawa potensi ekonomi berbeda: Dogiyai dengan pertanian, Deiyai dengan perikanan dan danau, Paniai dengan hasil bumi dan wisata, Intan Jaya dengan mineral, Mimika sebagai pusat industri tambang dan jasa, Nabire dengan perdagangan dan pelabuhan, Puncak dengan hasil hutan, serta Puncak Jaya dengan potensi pariwisata alam. Melalui KADIN, potensi ini akan dirangkai menjadi satu kekuatan ekonomi regional yang terintegrasi.
Ketua KADIN Papua Tengah, Alexsander Gobai, SE, menegaskan:
“Pelantikan KADIN Papua Tengah dan delapan kabupaten pada 17 Oktober nanti bukanlah akhir, melainkan awal dari tanggung jawab besar. Setelah pelantikan, kami akan segera melaksanakan Rapat Kerja (Raker) KADIN Papua Tengah yang pertama. Dalam forum itu, kita akan menetapkan program strategis lima tahun ke depan, termasuk roadmap penguatan UMKM, kemitraan dengan perusahaan besar, serta mendorong hadirnya investasi yang berkeadilan di Papua Tengah.”
Gobai menekankan bahwa pelantikan akan menjadi pintu masuk, sementara Raker pertama menjadi fondasi arah gerak organisasi.
Ketua Panitia Pelantikan sekaligus Koordinator Wilayah Papua Raya, Ronald Manokch, menegaskan:
“Kami panitia siap menjalankan amanat ini. Setelah Musprov di Wamena pada 16 Oktober, rangkaian konsolidasi berlanjut dengan pelantikan KADIN Papua Tengah di Timika pada 17 Oktober, dan sesudah itu akan bergerak ke Papua Barat. Semua ini adalah upaya besar menyatukan dunia usaha Papua Raya agar lebih solid dan mampu bersuara bersama.”
Menurut Ronald, pelantikan di Timika menjadi titik tengah dari rangkaian konsolidasi Papua Raya, dengan dampak yang menjangkau lebih luas hingga Papua Barat.
Direktur Eksekutif sekaligus Sekretaris KADIN Papua Tengah, Albertus Keiya, S.Sos, menyampaikan:
“Kami siap dan bersedia menjalankan pelantikan KADIN Papua Tengah di Timika. Beberapa bulan setelah Musprov, kami terus membangun komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk perusahaan besar seperti Freeport, Trakindo, Petrosea, serta sejumlah perusahaan lokal lainnya. Langkah ini bertujuan memperkuat kolaborasi dan kerja sama nyata demi kemajuan dunia usaha Papua Tengah.”
Albertus menegaskan bahwa langkah pasca-pelantikan adalah memperluas jejaring, agar KADIN Papua Tengah langsung bergerak dengan mitra-mitra strategis.
Yang membuat pelantikan ini semakin istimewa adalah kehadiran Ketua Umum KADIN Indonesia, Bapak Anindya Novyan Bakrie, bersama 10 pengurus KADIN Pusat lainnya. Kehadiran mereka memperlihatkan komitmen KADIN nasional dalam mendukung kebangkitan ekonomi Papua Tengah.
Bagi Papua Tengah, kehadiran Anindya Bakrie bukan hanya bentuk penghargaan, melainkan juga peluang besar untuk menjalin hubungan langsung dengan pusat, memperluas akses investasi, serta membuka jalan bagi pengusaha lokal masuk ke jaringan nasional bahkan internasional.
KADIN Papua Tengah juga menjalin komunikasi intens dengan perusahaan besar seperti PT Freeport Indonesia, Trakindo Utama, Petrosea, serta mitra lokal. Kolaborasi ini mencakup pemberdayaan UMKM, penyerapan tenaga kerja lokal, digitalisasi usaha, dan peningkatan kapasitas pengusaha asli Papua.
Kehadiran pengurus pusat dan mitra perusahaan besar semakin memperkuat keyakinan bahwa Papua Tengah siap bergerak sejajar dengan daerah lain dalam membangun perekonomian yang inklusif dan berdaya saing.
Pelantikan 17 Oktober 2025 membawa makna strategis:
KADIN Papua Tengah telah menyiapkan agenda kerja pasca pelantikan:
Dengan strategi ini, KADIN Papua Tengah ingin memastikan pelantikan tidak berhenti pada seremoni, tetapi berlanjut menjadi gerakan nyata.
Pelantikan KADIN Papua Tengah bersama delapan kabupaten di Timika pada 17 Oktober 2025, setelah Musprov Papua Raya di Wamena pada 16 Oktober dan Musprov Papua Tengah di Nabire pada 2 Agustus 2025, menjadi tonggak penting bagi dunia usaha Papua. Kehadiran Gubernur Papua Tengah, Ketua Umum KADIN Indonesia Anindya Novyan Bakrie, dan 10 pengurus KADIN Pusat menambah bobot acara ini.
Dengan pelantikan yang dilanjutkan Raker pertama KADIN Papua Tengah, serta konsolidasi ke Papua Barat, KADIN Papua Tengah siap menjadi motor penggerak kebangkitan ekonomi Mee Pago. Harapan besar dititipkan pada KADIN sebagai jembatan antara pengusaha, pemerintah, dan masyarakat untuk mewujudkan kesejahteraan yang berkeadilan.


Tidak ada komentar