Mahasiswi PGSD Asal Papua Ditemukan Tewas di Kos Bengkulu, Pesan WhatsApp Tak Pernah Terbalas, Polisi Turun Tangan

Avatar of LINTAS PAPUA TENGAH
LINTAS PAPUA TENGAH
3 Feb 2026 08:26
Headline 0 71
2 menit membaca
Duka mendalam menyelimuti dunia pendidikan di Provinsi Bengkulu. Seorang mahasiswi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Bengkulu.
Orlina Renata Klouw, ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya di kawasan Jalan Gedang, Kota Bengkulu, Minggu (1/2/2026) sore. Peristiwa ini langsung menyedot perhatian publik dan memicu keprihatinan luas, terutama di lingkungan kampus.
Peristiwa memilukan ini bermula dari kekhawatiran rekan-rekan kuliah korban. Mereka berulang kali menghubungi Renata melalui pesan WhatsApp, namun tidak satu pun mendapat balasan.
Kondisi tersebut segera memicu rasa cemas. Oleh karena itu, sejumlah teman korban memilih mendatangi langsung kamar kos yang ditempati Renata.
Setibanya di lokasi, kecurigaan mereka semakin menguat. Pintu kamar kos korban terkunci rapat dan tidak ada tanda-tanda aktivitas dari dalam. Karena situasi dinilai tidak wajar, mereka akhirnya membuka pintu secara paksa.
Saat pintu berhasil dibuka, suasana duka langsung menyergap. Renata ditemukan terbaring di atas tempat tidur dalam kondisi tidak bernyawa, dengan posisi tubuh memeluk bantal guling. Penemuan tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 WIB.
Warga sekitar bersama Ketua RT setempat segera mengambil langkah cepat. Mereka mengevakuasi korban dan membawanya ke Rumah Sakit Bhayangkara Kota Bengkulu. Namun demikian, pihak medis menyatakan korban telah meninggal dunia saat tiba di rumah sakit.
Pemilik kos, Sayuti, mengungkapkan bahwa Renata baru menghuni kamar kos tersebut selama kurang lebih satu bulan. Ia juga menjelaskan bahwa korban memiliki riwayat penyakit yang cukup serius.
“Korban memang memiliki riwayat gangguan asam lambung dan penyakit paru-paru,” ungkap Sayuti kepada wartawan. Dikutip dari Bengkulutoday.com.
Sementara itu, pihak kepolisian langsung mengambil alih penanganan kasus ini. Kepolisian memastikan seluruh prosedur berjalan sesuai standar, terutama setelah keluarga korban meminta dilakukan autopsi.
Kasat Reskrim Polresta Bengkulu, Kompol Sujud Alif Yulamlam, melalui Ps Kanit Pidum I, Iptu Revi Harisona, menegaskan bahwa penyelidikan terus berjalan secara menyeluruh.
“Visum luar sudah dilakukan, dan sejumlah saksi, termasuk rekan-rekan korban, telah dimintai keterangan,” jelasnya.
Ia menambahkan, berdasarkan keterangan awal para saksi, korban memang memiliki riwayat penyakit yang menjadi perhatian serius dalam proses penyelidikan.
Meski begitu, polisi tetap mendalami kasus ini untuk memastikan tidak adanya unsur lain yang menyertai kematian korban.
Kepergian Orlina Renata Klouw meninggalkan luka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan sivitas akademika Universitas Bengkulu.
Aparat kepolisian menegaskan komitmen mereka untuk menjalankan proses penyelidikan secara profesional dan transparan, sesuai dengan harapan serta permintaan keluarga korban.
Jangan sampai ketinggalan! Segera follow grup Facebook Jepretnews untuk informasi terkini dan kisah-kisah inspiratif lainnya!

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x