

Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Papua Tengah menyelenggarakan kegiatan strategis bertajuk Pembekalan Penyusunan Peta Potensi dan Peluang Investasi, sebuah program fundamental yang dirancang untuk memetakan kekayaan wilayah secara profesional, ilmiah, dan berbasis data. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 10 Desember 2025, di Aula Hotel Gets, Oyehe–Nabire, dihadiri para pengurus KADIN kabupaten/kota, pelaku usaha lokal, serta unsur pemerintah daerah sebagai bentuk komitmen bersama terhadap percepatan pembangunan ekonomi Papua Tengah.
Acara dibuka oleh Asisten II Pemerintah Provinsi Papua Tengah, Dr. Tumiran, S.Sos., M.Ap, yang hadir mewakili Pemerintah Provinsi. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa Papua Tengah sebagai provinsi baru memiliki keragaman potensi sumber daya alam, sosial-budaya, serta peluang ekonomi kreatif yang sangat besar. Namun, potensi tersebut hanya dapat dikelola secara optimal apabila didukung oleh pemetaan yang akurat, pengumpulan data komprehensif, serta penyusunan dokumen yang terstruktur dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Beliau menegaskan bahwa paradigma pembangunan telah berubah secara signifikan: kebijakan pembangunan tidak lagi dapat disusun semata-mata berdasarkan intuisi, tetapi harus berlandaskan data empiris, analisis teknis, dan perencanaan strategis.
“Kita tidak boleh membangun hanya berdasarkan perkiraan. Data adalah dasar keputusan. Jika peta potensi tiap kabupaten jelas, maka program pembangunan akan tepat sasaran dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Dr. Tumiran.
Ketua KADIN Papua Tengah, Alexsander Gobai, SE, dalam arahannya menyampaikan bahwa KADIN merupakan mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Papua Tengah yang terdiri dari delapan kabupaten—Nabire, Mimika, Dogiyai, Deiyai, Paniai, Intan Jaya, Puncak, dan Puncak Jaya—memiliki karakteristik potensi yang berbeda sehingga membutuhkan pemetaan yang lebih mendalam dan spesifik per wilayah.
Alexsander menegaskan bahwa pembekalan ini bukan seremonial, tetapi menjadi awal dari penyusunan basis data potensi daerah, rekomendasi sektor unggulan, serta penyusunan profil investasi yang siap ditawarkan kepada investor.
“Tujuan kita bukan hanya mengetahui potensi, tetapi mengubah potensi menjadi peluang ekonomi nyata. Ketika data lengkap dan dikemas dengan baik, investor yang akan datang. Kita tidak boleh lagi bekerja tanpa arah,” tegasnya.
Materi inti disampaikan oleh Norbertus Mote, SE., M.Si, yang memaparkan kerangka metodologis dalam mengidentifikasi, mengklasifikasi, menganalisis, dan mendokumentasikan potensi daerah. Ia menjelaskan bahwa potensi lokal tidak boleh hanya dipahami secara lisan atau pengalaman praktis masyarakat, tetapi harus didokumentasikan secara sistematis agar dapat dijadikan instrumen promosi investasi yang kredibel.
Norbertus menyampaikan lima kerangka utama penyusunan peta potensi:
Dokumen peta potensi daerah yang tersusun kelak akan menjadi alat navigasi pembangunan ekonomi, bukan berdasarkan persepsi, tetapi berdasarkan data terukur.
Papua Tengah memiliki bentang geografis dan kekayaan alam yang sangat luas. Sektor pertanian menyimpan peluang besar melalui komoditas ubi jalar, kopi dataran tinggi, hortikultura, serta sumber pangan lokal bernilai tinggi. Di wilayah pesisir Nabire dan Mimika, potensi perikanan sangat besar untuk dikembangkan menjadi pusat industri hasil laut dan ekspor.
Sektor pariwisata tidak kalah unggul. Keindahan danau dan pegunungan, budaya Mee Pago, tradisi adat, kerajinan tangan, serta kuliner khas berpotensi menjadi kekuatan ekonomi baru berbasis ekowisata dan wisata budaya.
UMKM lokal menjadi bagian penting dalam pembekalan ini. Melalui inovasi, peningkatan kualitas produk, branding, serta pemanfaatan pemasaran digital, produk lokal Papua Tengah memiliki peluang untuk masuk ke pasar nasional bahkan global.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda penyampaian materi, tetapi juga ruang kolaborasi multipihak antara dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat. Kehadiran Asisten II Pemerintah Provinsi menunjukkan bahwa pemerintah siap mendukung regulasi, perizinan, dan fasilitasi pembinaan usaha. Sementara KADIN berkomitmen membentuk tim penyusun peta potensi pada setiap kabupaten.
Kegiatan ini diarahkan untuk menghasilkan output konkret, antara lain:
Para peserta menyambut kegiatan ini dengan antusias karena dinilai sangat membantu memberikan arah kerja yang terukur dan berbasis data bagi KADIN kabupaten/kota.
Pembekalan ini menjadi momentum penting untuk membangun Papua Tengah melalui pendekatan ilmiah: “Dari Data ke Keputusan.” Prinsip ini menegaskan bahwa data adalah fondasi pembangunan modern. Ketika data kuat, keputusan menjadi tepat; ketika keputusan tepat, kesejahteraan masyarakat dapat diwujudkan.
Papua Tengah memiliki kekuatan besar. Yang dibutuhkan hanyalah pemetaan, pengelolaan, dan kolaborasi. Dengan dukungan pemerintah, kerja strategis KADIN, serta partisipasi masyarakat, Papua Tengah bergerak menuju masa depan yang mandiri, berdaya, dan kompetitif.
Papua Tengah kaya — dan kini sedang tumbuh menjadi berdaya.


Tidak ada komentar