

Dogiyai, 8 Oktober 2025 – Suasana penuh sukacita dan kebersamaan mewarnai jalannya kegiatan Retret Mini Biro Pelayanan Perempuan Klasis Kamuu yang berlangsung sejak 6 hingga 10 Oktober 2025. Mengangkat tema “Berubah Menjadi Untuk Kuat” (Roma 12:1-2) dengan subtema “Melalui Retreat Mini ini Pelayanan Perempuan Bersatu, Sehat dan Pikiran, Merapatkan Barisan dalam Pelayanan serta Menunjukkan Kasih dalam Perbuatan Sehari-hari” (Filipi 2:1-5), acara rohani ini berhasil menghadirkan 515 peserta dari 19 jemaat Kingmi Klasis Kamuu.
Kegiatan retret ini menjadi momentum penting bagi kaum perempuan gereja untuk memperkuat iman, meneguhkan pelayanan, serta mempererat persaudaraan antarjemaat di lingkup Klasis Kamuu.
Dalam sambutannya, Ketua Panitia, Ibu Ance Tebai, Amd.Kep, menekankan pentingnya retret mini sebagai sarana pembinaan rohani. Menurutnya, retret bukan sekadar kegiatan biasa, melainkan kesempatan istimewa untuk berhenti sejenak dari kesibukan duniawi, menyepi, dan mendekatkan diri kepada Yesus Kristus.
“Retret mini berarti mengundurkan diri, menyendiri, menyepi, menjauhkan diri dari kesibukan sehari-hari, dan mendekatkan diri kepada Yesus. Tujuan kami adalah membina dan meningkatkan iman dalam diri setiap perempuan Kingmi, sekaligus menumbuhkan kesejahteraan di dalam keluarga. Dengan iman yang kuat, maka keluarga juga akan menjadi kuat,” jelasnya.
Ibu Ance menambahkan, kegiatan ini diharapkan dapat mempererat persatuan kaum perempuan di seluruh jemaat Klasis Kamuu. Melalui kegiatan yang dikemas dalam ibadah, ceramah, rekreasi, hingga permainan rohani, para peserta diajak untuk merapatkan barisan pelayanan serta memperlihatkan kasih melalui tindakan nyata.
Retret mini ini berlangsung selama lima hari penuh dengan agenda padat namun penuh makna. Sejak hari pertama, peserta telah dikelompokkan dalam unit-unit kecil untuk memudahkan interaksi, diskusi, dan kerjasama dalam berbagai sesi.
Agenda utama meliputi ibadah harian, ceramah tematik, diskusi kelompok, permainan rohani, rekreasi bersama, olahraga, hingga lomba misi. Selain itu, ada juga persembahan pujian dari Denwalsus Kemhan yang memberi warna tersendiri bagi peserta, serta kesaksian rohani dari beberapa jemaat yang membawa suasana haru dan syukur.
Kegiatan ini dirancang agar peserta tidak hanya mengisi waktu dengan mendengarkan, tetapi juga aktif berpartisipasi dalam pengalaman rohani yang memperkuat iman dan karakter.
Untuk memperkaya wawasan dan pemahaman, panitia menghadirkan sembilan pembawa materi dengan topik beragam yang menyentuh aspek iman, keluarga, hingga kesehatan perempuan dan anak.
Materi-materi ini tidak hanya menambah wawasan peserta, tetapi juga memberi motivasi agar setiap perempuan mampu menjalani kehidupan beriman dengan kuat, sehat, dan bijaksana.
Selain ceramah, peserta juga dibekali Firman Tuhan oleh sepuluh hamba Tuhan yang hadir. Mereka adalah:
Kehadiran para pembawa firman ini semakin memperkokoh suasana rohani retret. Mereka bergantian menyampaikan pesan penguatan iman, kasih persaudaraan, dan ajakan untuk hidup sesuai teladan Kristus.
Kehadiran 515 peserta dari 19 jemaat menandakan tingginya antusiasme kaum perempuan Kingmi terhadap kegiatan retret ini. Banyak peserta mengaku bahwa retret menjadi ruang untuk beristirahat sejenak dari rutinitas harian yang melelahkan, sekaligus kesempatan untuk memperdalam iman.
Dalam diskusi kelompok, peserta membagikan pengalaman hidup, tantangan dalam keluarga, dan cara mereka mengandalkan Tuhan di tengah kesulitan. Tak sedikit yang meneteskan air mata ketika mendengar kesaksian sesama peserta yang mengalami mujizat dan pertolongan Tuhan.
Sementara itu, kegiatan rekreasi dan lomba-lomba menambah keceriaan. Olahraga bersama dan permainan rohani membuat suasana lebih hidup dan mempererat persaudaraan.
Di akhir kegiatan, Ketua Panitia menegaskan harapannya agar pengalaman retret ini tidak berhenti di tempat acara saja.
“Kami berdoa agar semua peserta membawa pulang pengalaman rohani ini ke tengah keluarga dan jemaat masing-masing. Dengan demikian, retret mini akan berdampak nyata dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya sekadar kegiatan seremonial,” ujar Ibu Ance Tebai.
Harapan serupa juga disampaikan oleh beberapa peserta. Mereka berkomitmen untuk menghidupi ajaran yang diterima, memperkuat pelayanan perempuan di jemaat, dan menjadi teladan bagi keluarga maupun masyarakat sekitar.
Retret Mini Biro Pelayanan Perempuan Klasis Kamuu tahun 2025 tidak hanya berhasil menghimpun ratusan peserta dari 19 jemaat, tetapi juga meninggalkan pesan mendalam: pentingnya berubah menjadi kuat dalam iman, menjaga kesehatan, merawat keluarga, serta merapatkan barisan pelayanan.
Dengan firman Tuhan sebagai dasar, semangat kebersamaan yang tercipta, dan pembekalan materi yang komprehensif, kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam penguatan peran perempuan di lingkup Klasis Kamuu.
Retret mini ini ditutup dengan ibadah syukur dan doa bersama, menandai tekad seluruh peserta untuk terus melayani dengan kasih, sesuai teladan Yesus Kristus.


Tidak ada komentar