
Konvoi membawa sandera yang dibebaskan tiba di Reim, Israel selatan, 13 Oktober 2025. REUTERS/Amir CohenYerusalem, 13 Oktober 2025 – Hamas menyerahkan beberapa sandera Israel terakhir yang masih hidup pada Senin (13/10) dalam sebuah langkah penting sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata. Aksi ini terjadi di tengah sorak sorai ribuan warga di Lapangan Sandera, Tel Aviv, ketika militer Israel mengumumkan telah menerima tujuh dari 20 sandera yang selamat setelah dipindahkan dari Gaza oleh Palang Merah. (CNA.id: Berita Indonesia, Asia dan Dunia)
Seorang ibu bernama Viki Cohen, yang anaknya Nimrod Cohen termasuk di antara sandera, menyatakan:
“Saya sangat gembira. Saya dipenuhi kebahagiaan. Sulit membayangkan bagaimana perasaan saya saat ini. Saya tidak tidur semalaman.” (CNA.id: Berita Indonesia, Asia dan Dunia)
Selain itu, ke-13 sandera yang selamat dikabarkan telah diserahkan kepada militer Israel oleh Palang Merah dalam waktu kurang lebih empat jam kemudian. (CNA.id: Berita Indonesia, Asia dan Dunia)
Dalam kesepakatan tersebut juga diperkirakan akan diserahkan jenazah 26 sandera yang telah meninggal, serta dua orang dengan nasib belum diketahui. Bersamaan dengan itu, hampir 2.000 tahanan Palestina dan narapidana juga akan dibebaskan. (CNA.id: Berita Indonesia, Asia dan Dunia)
Salah satu warga Israel, Noga, yang mengenakan lencana “hari terakhir”, menyebut dirinya terpecah antara rasa haru dan duka bagi mereka yang tak akan kembali. Sementara itu, forum sandera Israel dalam sebuah pernyataan menyebut bahwa perjuangan belum usai—“Perjuangan ini tidak akan selesai sampai sandera terakhir ditemukan … Hanya dengan begitu rakyat Israel akan utuh.” (CNA.id: Berita Indonesia, Asia dan Dunia)
Kesepakatan Perdamaian dan Reaksi di Gaza
Di Gaza, suasana penuh harapan tampak saat sejumlah pria bersenjata berpakaian hitam tiba di Rumah Sakit Nasser, lokasi yang telah disiapkan untuk menyambut narapidana Palestina yang akan kembali. Emad Abu Joudat, warga Gaza dengan enam anak, mengatakan:
“Saya berharap foto-foto ini dapat menjadi akhir dari perang ini. Kami kehilangan teman dan kerabat, kami kehilangan rumah dan kota kami.” (CNA.id: Berita Indonesia, Asia dan Dunia)
Pembebasan sandera ini merupakan bagian inti dari tahap awal perjanjian gencatan senjata yang disepakati pekan lalu di Sharm el-Sheikh, Mesir, di mana Presiden AS Donald Trump dan lebih dari 20 pemimpin dunia turut hadir. (CNA.id: Berita Indonesia, Asia dan Dunia)
Trump tiba di Israel seiring pengumuman pembebasan sandera dan dijadwalkan menyampaikan pidato di parlemen Israel sebelum bertolak ke Mesir. (CNA.id: Berita Indonesia, Asia dan Dunia) Penantian diplomatik ini dilatarbelakangi dua tahun konflik yang telah menghancurkan Gaza, memicu krisis kemanusiaan besar dan kerusakan infrastruktur luas. (CNA.id: Berita Indonesia, Asia dan Dunia)
Di Israel, ratusan warga berjejer di jalan dekat kamp Reim—lokasi pengungsian sandera—sambil mengibarkan bendera Israel yang dihiasi pita kuning, simbol dukungan bagi sandera. (CNA.id: Berita Indonesia, Asia dan Dunia)
Sementara itu, di penjara-penjara Israel, sekitar 1.966 tahanan Palestina dikabarkan akan dibebaskan dan sebagian besar akan melewati Rumah Sakit Nasser di Gaza. (CNA.id: Berita Indonesia, Asia dan Dunia)
Dalam pernyataan resmi, sayap bersenjata Hamas menegaskan komitmennya terhadap ketentuan dan jadwal pertukaran, dengan catatan bahwa Israel juga harus mematuhinya. Disebutkan pula bahwa Israel menyetujui gencatan senjata serta kesepakatan pertukaran setelah upaya pembebasan melalui operasi militer dinilai kurang berhasil. (CNA.id: Berita Indonesia, Asia dan Dunia)
Badang PBB yang beroperasi di Gaza, UNRWA, menyerukan agar Israel memperluas akses bantuan kemanusiaan ke wilayah tersebut. (CNA.id: Berita Indonesia, Asia dan Dunia)
Konflik ini bermula dari serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 yang menewaskan sekitar 1.200 warga di Israel dan menculik 251 orang sebagai sandera. Respon militer Israel selama dua tahun perang disebut telah menewaskan lebih dari 67.000 warga Palestina dan menghancurkan sebagian besar Gaza. (CNA.id: Berita Indonesia, Asia dan Dunia)


Tidak ada komentar