

Dogiyai – Pemerintah bersama Kantor Pelayanan Pajak (KPP) dan Kantor Pelayanan, Penyuluhan, dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) secara resmi meluncurkan program Pelayanan Terpadu Pendaftaran Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) untuk empat kabupaten, yakni Kabupaten Dogiyai, Kabupaten Deiyai, Kabupaten Paniai, dan Kabupaten Puncak Jaya. Seluruh proses pelayanan dipusatkan di Kabupaten Dogiyai sebagai lokasi strategis yang dapat dijangkau masyarakat dari tiga kabupaten lainnya. Program ini dirancang untuk mempermudah masyarakat memperoleh NPWP sekaligus memperkuat edukasi perpajakan melalui rangkaian Bimbingan Teknis (Bimtek) Pelayanan NPWP.
Kebijakan pelayanan terpadu ini merupakan langkah strategis pemerintah dalam mendukung kebijakan nasional Pemadanan NIK menjadi NPWP, sekaligus peningkatan kualitas layanan publik di wilayah Papua Tengah. Dengan peningkatan jumlah wajib pajak dan perlunya adaptasi terhadap administrasi perpajakan modern, pemerintah menilai perlu adanya pusat pelayanan yang terkoordinasi, lengkap, dan mudah diakses oleh masyarakat.
Peluncuran pelayanan teraebut sekaligus menandai dimulainya kegiatan Bimtek bagi seluruh petugas, panitia pelayanan, serta pendamping pelayanan pajak dari empat kabupaten. Bimtek ini bertujuan agar seluruh petugas memiliki pemahaman menyeluruh terkait regulasi, prosedur teknis, serta komunikasi publik dalam memberikan pelayanan NPWP kepada masyarakat.
Dalam beberapa tahun terakhir, masyarakat di wilayah Dogiyai, Deiyai, Paniai, dan Puncak Jaya menghadapi tantangan akses pelayanan perpajakan akibat kondisi geografis, keterbatasan infrastruktur, dan jarak antarwilayah yang cukup jauh. Dengan pemusatan pelayanan di Dogiyai, masyarakat kini dapat mengurus NPWP dengan lebih mudah, tanpa harus keluar daerah atau mengeluarkan biaya tambahan untuk transportasi.
Program ini juga dirancang untuk mengakomodasi tingginya kebutuhan masyarakat terhadap NPWP seiring perubahan kebijakan nasional. Integrasi NIK sebagai NPWP menuntut seluruh warga negara untuk memiliki identitas perpajakan tunggal yang terdaftar secara nasional. Pemusatan pelayanan ini akan membantu percepatan pemadanan data tersebut di wilayah Papua Tengah.
Pihak penyelenggara memastikan bahwa pelayanan dilakukan dengan standar pelayanan prima, kecepatan verifikasi data, ketepatan input sistem, serta pendampingan langsung bagi warga yang mengalami kendala teknis selama proses pendaftaran.
Sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pelayanan, pemerintah
menyelenggarakan Bimbingan Teknis Pelayanan NPWP. Pelatihan ini diikuti oleh petugas pelayanan dari keempat kabupaten yang akan bertugas melayani masyarakat di pusat pelayanan. Bimtek menitikberatkan pada dua aspek utama: penguatan kapasitas teknis petugas dan peningkatan keterampilan pelayanan publik.
Materi yang disusun dalam Bimtek ini bersifat komprehensif, mencakup dasar hukum perpajakan, persyaratan administrasi, penggunaan aplikasi e-Registration, hingga penanganan keluhan masyarakat. Dengan penguasaan yang baik atas materi tersebut, petugas diharapkan mampu memberikan pelayanan yang profesional, akurat, dan ramah kepada masyarakat dari berbagai latar belakang.
Berikut adalah gambaran lengkap struktur dan materi Bimtek yang diberikan kepada peserta:
Bagian pertama dari pelatihan ini memberikan pemahaman mendalam tentang regulasi perpajakan nasional.
Peserta dibekali materi mengenai:
Pemahaman ini menjadi dasar agar setiap petugas mampu memberikan informasi yang benar dan sesuai aturan ketika melayani masyarakat.
Pelatihan menekankan fungsi NPWP sebagai identitas perpajakan dalam berbagai proses administrasi, termasuk:
Petugas menerima penjelasan tentang perbedaan:
Materi ini menjadi fokus karena merupakan kebijakan terbaru. Petugas dilatih untuk:
Materi berikutnya membahas secara teknis langkah-langkah pendaftaran NPWP.
Peserta menerima panduan mengenai dokumen yang diperlukan untuk berbagai jenis wajib pajak, seperti:
Bimtek membahas dua jalur pendaftaran NPWP:
Petugas dilatih agar mampu membantu masyarakat yang belum terbiasa menggunakan teknologi digital.
Pengisian formulir menjadi salah satu materi teknis penting. Pelatihan memberikan panduan:
Kemampuan berkomunikasi dengan masyarakat merupakan aspek yang sangat penting dalam pelayanan NPWP.
Bimtek membahas prinsip-prinsip pelayanan profesional, antara lain:
Hal ini bertujuan agar masyarakat dari empat kabupaten, yang memiliki berbagai karakteristik sosio-budaya, dapat dilayani dengan baik.
Materi ini mencakup teknik menangani:
Petugas diberikan contoh kasus nyata yang sering terjadi dalam pelayanan.
Setelah memiliki NPWP, masyarakat wajib diberi edukasi awal mengenai:
Materi terakhir dalam Bimtek menekankan latihan langsung.
Peserta berlatih menghadapi berbagai skenario yang sering ditemui pada pendaftaran NPWP.
Simulasi dilakukan secara langsung dengan jaringan internet sehingga peserta dapat:
Dengan terselenggaranya pelayanan terpadu dan Bimtek Pelayanan NPWP ini, pemerintah berharap masyarakat di Dogiyai, Deiyai, Paniai, dan Puncak Jaya dapat:
Sementara itu bagi petugas, Bimtek ini diharapkan menjadi langkah penting untuk meningkatkan kapasitas aparatur pelayanan publik di tingkat kabupaten.
Pusat pelayanan NPWP di Kabupaten Dogiyai dan pelaksanaan Bimtek Pelayanan NPWP menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kesadaran perpajakan, memperkuat administrasi fiskal, dan memberikan akses layanan yang lebih merata bagi masyarakat Papua Tengah. Program ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas, profesional, dan inklusif untuk mendukung pembangunan ekonomi wilayah.


Tidak ada komentar