Bupati Deiyai Melkianus Mote Hadiri Misa Syukur 72 Tahun Misi Gereja Katolik di Debei

Avatar of LINTAS PAPUA TENGAH
LINTAS PAPUA TENGAH
7 Okt 2025 09:04
News 0 229
4 menit membaca

Deiyai, 5 Oktober 2025 — Ratusan umat Katolik dari berbagai penjuru Kabupaten Deiyai dan sekitarnya berkumpul di Paroki St. Yosep Wagomani, wilayah Debei, untuk merayakan Misa Syukur 72 Tahun Misi Gereja Katolik.
Perayaan yang berlangsung pada Minggu (5/10/2025) ini menjadi momen bersejarah untuk mengenang tonggak awal masuknya Injil di wilayah tersebut sejak tahun 1937.

Sejak pagi, suasana penuh khidmat dan sukacita terasa di sekitar Gereja. Umat berdatangan dengan mengenakan pakaian adat, membawa hasil bumi, dan menyanyikan lagu rohani diiringi tabuhan tifa. Lingkungan Paroki Wagomani yang dikelilingi alam hijau nan asri semakin menambah keagungan perayaan iman ini.

Tahun ini, perayaan Misa Syukur mengangkat tema:
“Merawat dan menumbuhkembangkan iman dan kasih Kristus dalam tungku api keluarga, melalui terang Roh-Nya” (bdk. 2 Timotius 1:13–14).

Tema ini menegaskan bahwa keluarga adalah pusat pewarisan iman. Dalam keluarga, anak-anak pertama kali belajar tentang doa, kasih, dan pengorbanan. Tungku keluarga menjadi tempat api iman dijaga agar tidak padam, meski dunia terus berubah.

Dalam homilinya, Pastor Paroki Wagomani, Pater Damianus Nakapa, Pr, menegaskan:

“Keluarga adalah Gereja kecil. Bila api kasih Kristus dijaga di dalam rumah, maka terang itu akan bersinar ke seluruh masyarakat. Karena itu, kita semua dipanggil menjaga tungku keluarga agar tidak padam.”

Momen bersejarah ini semakin istimewa dengan kehadiran Bupati Deiyai, Melkianus Mote, ST, yang datang langsung dari kota Deiyai menuju wilayah Wagomani. Perjalanan itu dilalui dengan penuh perjuangan, melewati jalan terjal, pegunungan, dan kubangan lumpur.

Seorang tokoh umat, Petrus Pigai, menyampaikan rasa harunya:

“Kami tahu jalan menuju sini tidak mudah, penuh lumpur dan licin. Namun Bapak Bupati rela datang bersama kami. Itu tanda bahwa beliau bukan hanya pemimpin di kantor, tetapi juga gembala rakyatnya. Kehadiran ini menguatkan iman dan semangat kami.”

Dalam sambutannya, Bupati Melkianus Mote mengatakan:

“Saya hadir di sini bukan sekadar menjalankan tugas pemerintah, tetapi sebagai bagian dari umat yang turut bersyukur atas 72 tahun misi Gereja. Injil masuk ke tanah ini tahun 1937, dan hari ini kita melihat buahnya: umat yang setia, keluarga yang beriman, serta masyarakat yang rukun. Mari kita rawat bersama warisan iman ini.”

WhatsApp Image 2025 10 06 at 06.32.58 897c9dcc 3Sebagai bentuk dukungan terhadap kehidupan rohani, Bupati Melkianus Mote menyerahkan bantuan dana hibah senilai Rp200 juta untuk ST Paroki Wagomani serta Rp200 juta untuk Gereja Katolik Digibagata.

Bantuan ini mendapat apresiasi dari pihak Gereja. Pastor Antonius menuturkan:

“Kami berterima kasih kepada Bapak Bupati. Bantuan ini adalah wujud kasih nyata pemerintah bagi umat. Dana ini akan dipakai untuk pembangunan fasilitas pastoral, pendidikan iman anak-anak, dan penguatan pelayanan Gereja. Doa kami selalu menyertai beliau dalam setiap langkah memimpin Deiyai.”

Menapaki Sejarah Misi Gereja di Debei

Perayaan ini juga menjadi kesempatan untuk merenungkan sejarah panjang misi Gereja Katolik di wilayah Debei. Pada tahun 1937, para misionaris Katolik pertama kali datang membawa terang Injil. Dari Debei, kabar sukacita itu kemudian menyebar ke berbagai wilayah sekitar hingga kini Gereja Katolik menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Mee Pago.

Tokoh adat Yakobus Pigome mengenang:

“Ketika Injil pertama kali tiba, leluhur kami menerimanya dengan hati terbuka. Dari Injil, kami belajar kasih, pengorbanan, pendidikan, dan kesehatan. Tujuh puluh dua tahun telah berlalu, dan benih itu kini berbuah dalam kehidupan kami.”

Doa dan Dukungan untuk Pemimpin Daerah

Perayaan iman ini juga menjadi ajang umat menunjukkan dukungan dan doa bagi pemimpin mereka.
Mama Yohana Adii, dengan mata berkaca-kaca, berkata:

“Kami bangga dan terharu. Jalan menuju sini becek dan berlumpur, tapi Bapak rela datang. Itu tanda cinta pada umat. Doa kami agar Tuhan Yesus selalu memberkati Bapak Bupati dengan kesehatan, hikmat, dan panjang umur.”

Sementara Maria Dawapa, perwakilan generasi muda Katolik, menambahkan:

“Kami ingin melihat Deiyai maju. Kehadiran Bapak Bupati di tengah kami memberi pesan bahwa pemerintah tidak melupakan rakyat di kampung. Kami, generasi muda, siap mendukung program pemerintah dan tetap setia pada Gereja.”

Kehadiran Bupati Melkianus Mote menjadi simbol sinergi erat antara pemerintah dan Gereja dalam membangun masyarakat Deiyai. Gereja membangun dari sisi rohani, sementara pemerintah menghadirkan program pembangunan. Keduanya saling melengkapi demi kesejahteraan rakyat.

Bupati menegaskan komitmennya:

“Gereja telah lebih dulu menanamkan nilai kasih, kejujuran, dan pengorbanan. Pemerintah hadir untuk memperkuat itu dengan pembangunan. Mari kita bersinergi agar Deiyai menjadi daerah yang terang, adil, dan sejahtera.”

Misa Syukur 72 Tahun Misi Gereja Katolik di Debei menjadi momen iman yang penuh makna.
Perayaan ini menegaskan bahwa Injil yang ditaburkan para misionaris telah tumbuh subur dan berbuah dalam kehidupan masyarakat.

Menutup pesannya, Bupati Melkianus Mote mengajak seluruh umat:

“Mari kita jadikan tungku keluarga sebagai tempat iman terus menyala. Mari kita saling mendukung, menjaga persatuan, dan bekerja bersama demi Deiyai yang terang. Dengan doa dan usaha bersama, kita pasti bisa.”

Umat pun menanggapi dengan tepuk tangan meriah. Lagu pujian berkumandang menutup perayaan, meninggalkan kesan mendalam bahwa Gereja dan pemerintah berjalan seiring demi kesejahteraan bersama.

Dengan semangat semboyan “Petarung bersama Enaimo Ekowai untuk Deiyai”, masyarakat percaya bahwa tonggak sejarah iman ini akan terus menuntun Deiyai menuju masa depan penuh harapan.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x