
Penyerahan bibit ternak ayam kampung kepada pengurus Kring oleh Dewan Stasi Gembala Baik Idadagi melalui Komisi Sosial-Ekonomi, usai Ibadah Sabda, Minggu (27/9/2026), di halaman Gereja Stasi Gembala Baik Idadagi, Paroki Moanemani, Keuskupan Timika.IDADAGI, 27 September 2026 — Dewan Stasi Gembala Baik Idadagi melalui Komisi Sosial-Ekonomi mulai mendorong kemandirian ekonomi umat dengan membagikan bibit ternak ayam kampung kepada Kring/Kelompok Umat dan Pewarta Gereja Katolik Stasi Gembala Baik Idadagi, Paroki Moanemani, Keuskupan Timika.
Pembagian bibit ternak tersebut dilaksanakan pada Minggu, 27 September 2026, di halaman Gereja Stasi Gembala Baik Idadagi, setelah pelaksanaan Ibadah Sabda. Bibit ayam kampung diserahkan langsung kepada masing-masing pengurus Kring.
Setiap Kring menerima empat ekor bibit ayam kampung untuk dipelihara dan dikembangkan. Program tersebut merupakan salah satu bentuk nyata kepedulian Gereja terhadap kehidupan sosial dan ekonomi umat.
Ketua Komisi Sosial dan Ekonomi Dewan Stasi Idadagi, Hubertus Dogomo, mengatakan bahwa penyediaan bibit ternak tersebut merupakan hasil dari proses dan perjuangan Komisi Sosial-Ekonomi sejak dibentuk pada 2024.
“Pembagian bibit ternak ayam ini tidak serta-merta kami dapatkan. Ini merupakan hasil perjuangan kami di Komisi untuk mengusahakan penyediaan bibit ternak sebagaimana kegiatan yang telah kami tetapkan sejak awal pembentukan Komisi pada tahun 2024,” kata Dogomo.
Menurut Dogomo, program tersebut merupakan bentuk kepedulian kepada umat sekaligus implementasi kasih Tuhan dalam kehidupan bersama.
Ia menjelaskan bahwa kebutuhan ternak ayam kampung cukup penting dalam kehidupan umat, terutama ketika memasuki perayaan besar Gereja seperti Paskah dan Natal.
Pada momentum tersebut, umat biasanya mempersiapkan ayam kampung untuk diberikan kepada tim pastoral yang datang memimpin ibadah. Selain itu, umat juga sering melaksanakan ibadah syukuran bersama yang kemudian dilanjutkan dengan makan bersama.
“Kehidupan umat tidak terlepas dari kebersamaan. Ketika ada ibadah syukuran, Paskah maupun Natal, biasanya kita makan bersama dan membutuhkan hasil ternak maupun hasil kebun yang kita miliki,” jelasnya.
Dogomo berharap empat ekor bibit ayam yang diterima masing-masing Kring tidak berhenti sebagai bantuan awal, tetapi dapat dikembangkan menjadi usaha peternakan kelompok yang produktif.
Ia mendorong setiap Kring agar memiliki target pengembangan ternak secara bertahap dari tahun ke tahun.
“Kalau tahun ini targetnya empat ekor bibit ayam, tahun berikutnya kita harapkan bisa berkembang menjadi 40 ekor. Tahun berikutnya 100 ekor, kemudian 1.000 ekor. Ke depan, kita juga berharap dapat membangun kerja sama dengan pemerintah daerah dalam penyediaan bibit ternak,” ungkap Dogomo.
Menurutnya, keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada keseriusan masing-masing kelompok dalam memelihara dan mengembangkan ternak yang telah diterima.
Karena itu, ia mengajak para pengurus Kring dan umat penerima manfaat untuk menjaga, merawat, serta mengembangkan bibit ternak tersebut secara bersama-sama.
Salah satu pengurus Kring yang menerima bibit ternak menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Dewan Stasi Gembala Baik Idadagi, khususnya Komisi Sosial-Ekonomi, atas perhatian yang diberikan kepada umat.
Program tersebut dinilai memberikan manfaat karena tidak hanya memberikan bantuan berupa ternak, tetapi juga membuka peluang bagi umat untuk mengembangkan kegiatan ekonomi secara mandiri.
Penerima manfaat berharap bibit ayam kampung tersebut dapat berkembang dengan baik sehingga ke depan jumlah ternak semakin bertambah dan manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak umat.
Ketua Dewan Stasi Gembala Baik Idadagi, Fransiskus Tagi, memberikan apresiasi kepada Komisi Sosial-Ekonomi yang telah menjalankan tugas dan fungsinya sesuai dengan komitmen yang telah ditetapkan.
Menurut Fransiskus, kegiatan sosial-ekonomi merupakan bagian penting dalam kehidupan menggereja karena Gereja tidak hanya hadir dalam aspek spiritual, tetapi juga memberikan perhatian terhadap kehidupan sosial dan kesejahteraan umat.
“Hal seperti ini akan tetap kami usahakan ke depannya dalam kehidupan menggereja. Sebagai Dewan Stasi, kami selalu mendukung setiap hal baik yang selama ini kita lakukan di gereja kita,” tutur Fransiskus.
Ia berharap program tersebut dapat terus dikembangkan dan menjadi gerakan bersama di antara umat Stasi Gembala Baik Idadagi.
Pembagian empat ekor bibit ayam kampung kepada setiap Kring menjadi langkah awal dari sebuah program pemberdayaan umat. Dengan pemeliharaan yang baik, bibit tersebut diharapkan berkembang menjadi puluhan, ratusan hingga ribuan ekor.
Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian ekonomi umat, memperkuat kebersamaan, serta mewujudkan kasih melalui tindakan nyata dalam kehidupan menggereja.


Tidak ada komentar