

Rabu, 13 Mei 2026 menjadi momentum penting dalam upaya mendorong pembangunan ekonomi dan investasi di Provinsi Papua Tengah. Pada hari tersebut, Tim 11 KADIN Papua Tengah secara resmi menyerahkan laporan hasil asistensi tahap I dan tahap II Kajian Potensi Ekonomi dan Investasi Daerah Papua Tengah kepada Kantor Sekretariat KADIN Papua Tengah.
Penyerahan dokumen berlangsung dalam suasana penuh semangat, tanggung jawab, dan komitmen bersama untuk membangun Papua Tengah yang lebih maju dan mandiri secara ekonomi. Laporan tersebut diterima langsung oleh Direktur Executiv Kadin Papua Tengah,Albertus Keiya,S.Sos didampingi oleh Sekretaris Kadin Albertus Yatipai, di Kantor Sekretariat KADIN Papua Tengah.
Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam proses penyusunan dokumen strategis daerah yang bertujuan memetakan berbagai potensi unggulan Papua Tengah sebagai dasar pengembangan investasi, pembangunan ekonomi masyarakat, serta peningkatan kesejahteraan daerah di masa mendatang.
Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Tim 11, Bentot Amoye Yatipai menyampaikan bahwa proses asistensi tahap I dan tahap II terhadap Dokumen Kajian Potensi Investasi Daerah Provinsi Papua Tengah telah berjalan dengan baik dan melibatkan berbagai pihak terkait, khususnya Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Tengah.
Menurutnya, pelaksanaan asistensi ini sangat penting untuk memastikan bahwa dokumen kajian yang disusun benar-benar sesuai dengan kondisi riil daerah, kebutuhan pembangunan masyarakat, serta arah kebijakan pemerintah provinsi.
“Asistensi 1 dilakukan kepada publik dan para pengusaha di Papua Tengah guna mendapatkan berbagai masukan, saran, dan pandangan terkait kondisi riil potensi investasi daerah. Sedangkan asistensi 2 dilakukan kepada 1 badan dan 9 dinas di lingkup Pemerintah Provinsi Papua Tengah agar dokumen kajian dapat sinkron dengan data dan program pemerintah daerah,” ujar Bentot Amoye Yatipai.
Ia menjelaskan bahwa melalui asistensi tahap pertama, Tim 11 memperoleh banyak masukan langsung dari masyarakat, pelaku usaha, dan berbagai pihak swasta mengenai peluang investasi, tantangan pembangunan ekonomi, serta kebutuhan pengembangan sektor usaha di Papua Tengah.
Sementara pada asistensi tahap kedua, tim melakukan koordinasi teknis bersama OPD terkait guna memperkuat validitas data, sinkronisasi kebijakan pembangunan, dan penyesuaian dokumen dengan visi serta misi Pemerintah Provinsi Papua Tengah.
“Dengan telah dilaksanakannya asistensi tahap I dan II terhadap Dokumen Kajian Potensi Investasi Daerah Provinsi Papua Tengah, Tim 11 KADIN telah mendapatkan banyak masukan dari berbagai pihak, khususnya OPD teknis di lingkup Pemerintah Provinsi Papua Tengah. Hal ini membuat dokumen kajian semakin lengkap dan seiring sejalan dengan visi dan misi Gubernur Papua Tengah,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa asistensi yang dilakukan bukan sekadar formalitas administrasi, tetapi menjadi ruang sinkronisasi data, penyempurnaan substansi, dan penguatan arah pembangunan ekonomi daerah agar lebih terukur dan tepat sasaran.
Melalui proses asistensi tersebut, dokumen kajian telah memperoleh berbagai rekomendasi dari OPD teknis terkait sejumlah sektor strategis yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Papua Tengah.
Beberapa sektor unggulan yang masuk dalam kajian tersebut meliputi potensi komoditas alam, potensi pariwisata alam, potensi bidang jasa, potensi perdagangan dan logistik, potensi industri dan home industry, serta potensi kehutanan dan ekowisata.
Potensi komoditas alam menjadi salah satu sektor utama yang mendapat perhatian besar dalam kajian tersebut. Papua Tengah dinilai memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah dan bernilai ekonomi tinggi, mulai dari hasil pertanian, perkebunan, perikanan, hingga komoditas khas daerah yang dapat dikembangkan menjadi produk unggulan daerah.
Selain itu, sektor pariwisata alam juga disebut memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai sumber pendapatan baru bagi daerah. Keindahan alam Papua Tengah yang masih alami, pegunungan, danau, hutan tropis, serta kekayaan budaya masyarakat adat menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Dalam bidang jasa, Tim 11 melihat adanya kebutuhan besar terhadap pengembangan layanan publik, jasa transportasi, jasa konstruksi, jasa perhotelan, dan berbagai sektor pelayanan lainnya yang terus berkembang seiring meningkatnya aktivitas pembangunan di Papua Tengah.
Sementara itu, sektor perdagangan dan logistik dinilai sangat strategis mengingat Papua Tengah merupakan wilayah yang terus berkembang dan membutuhkan sistem distribusi barang yang efektif untuk mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat. Kajian tersebut juga menyoroti pentingnya pembangunan infrastruktur penunjang guna memperkuat konektivitas antarwilayah.
Pada sektor industri dan home industry, dokumen kajian memberikan perhatian terhadap pengembangan usaha kecil dan menengah berbasis potensi lokal masyarakat. Produk-produk lokal khas Papua Tengah dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah tinggi apabila didukung dengan pelatihan, teknologi, dan akses pasar yang memadai.
Selain itu, potensi kehutanan dan ekowisata juga menjadi bagian penting dalam kajian investasi daerah. Papua Tengah memiliki kawasan hutan yang luas dengan keanekaragaman hayati yang tinggi sehingga perlu dikelola secara berkelanjutan untuk menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Direktur KADIN Papua Tengah, Albertus Keiya dalam kesempatan tersebut memberikan apresiasi kepada Tim 11 atas kerja keras dan dedikasi yang telah dilakukan selama proses penyusunan kajian.
Menurutnya, dokumen kajian potensi ekonomi dan investasi daerah merupakan langkah strategis dalam membuka peluang investasi yang sehat dan berkelanjutan di Papua Tengah.
Ia berharap hasil kajian tersebut nantinya dapat menjadi referensi penting bagi pemerintah daerah, investor, pelaku usaha, maupun masyarakat dalam melihat arah pengembangan ekonomi Papua Tengah ke depan.
“Kajian ini bukan hanya sekadar dokumen, tetapi menjadi peta jalan pembangunan ekonomi daerah. Kita ingin Papua Tengah memiliki arah investasi yang jelas, terukur, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat asli Papua,” ujarnya.
Usai penyerahan laporan asistensi tahap I dan II, Tim 11 juga menyampaikan sejumlah agenda lanjutan yang akan segera dilaksanakan dalam waktu dekat.
Agenda pertama adalah pelaksanaan presentasi resmi hasil kajian potensi investasi daerah Papua Tengah kepada pihak-pihak terkait guna memperoleh masukan akhir sebelum dokumen ditetapkan secara final.
Agenda kedua yaitu penyerahan resmi dokumen dari Ketua Tim 11 kepada Ketua Umum KADIN Papua Tengah sebagai bentuk pertanggungjawaban sekaligus tahapan finalisasi dokumen kajian.
Selanjutnya, agenda ketiga adalah pelaksanaan percetakan brosur informasi potensi investasi dan buku profil potensi investasi daerah Papua Tengah. Brosur dan buku profil tersebut nantinya akan digunakan sebagai media promosi investasi daerah kepada investor, mitra usaha, lembaga pemerintah, maupun pihak swasta lainnya.
Tim 11 berharap seluruh tahapan yang sedang berjalan dapat memberikan kontribusi nyata bagi percepatan pembangunan ekonomi Papua Tengah serta membuka lebih banyak peluang kerja dan usaha bagi masyarakat.
Dengan tersusunnya dokumen kajian potensi ekonomi dan investasi daerah ini, Papua Tengah diharapkan semakin siap menjadi salah satu daerah tujuan investasi yang menjanjikan di Indonesia timur.
Kolaborasi antara KADIN, pemerintah daerah, OPD teknis, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan berpihak kepada kesejahteraan rakyat Papua Tengah.


Tidak ada komentar